16 November 2013

Selamat Tinggal Buku, Hallo e-book

MEDAN – Dalam beberapa tahun terakhir, ada sedikit pandangan berbeda yang terlihat di kalangan pelajar dan mahasiswa. Bayangkan saja, mahasiswa yang dulunya
selalu menenteng buku di tangan atau tas, kini sudah jarang terlihat seperti itu.



Yang terlihat mereka memilih gaya simpel dan tak ribet dengan menenteng sebuah e- book, seperti laptop, tablet atau smart phone saat berada di kampus. Mungkin hal ini terjadi sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya di era globalisasi saat ini.

Di mana era seperti sekarang menuntut kita semua, apalagi mahasiswa, untuk memperoleh informasi dengan
cepat guna mengetahui perkembangan terbaru yang telah terjadi di sekitar kita. Melihat fenomena tersebut, maka tak heran jika produk e-book marak bermunculan di tanah air.

Contohkan saja kemunculan laptop. Si kotak ajaib tersebut telah menjadi medan magnet bagi masyarakat, apalagi jika tersambung dengan jaringan internet, maka kita pun bisa mengakses berbagai macam situs yang kita inginkan. Hal ini tentu membuat hidup menjadi mudah, simpel sekaligus lebih hemat, ketimbang membaca buku yang prosesnya sedikit rumit. Belum lagi kita harus mencari judul buku bacaan tersebut dan biaya membeli buku tak sedikit pula.

Meski kedua cara tersebut sangat positif, kebanyakan orang kini lebih memilih e-book. Iya nggak? Hal ini tentunya bisa dibuktikan dari data yang ditemukan. Pew Internet Research menemukan bahwa persentase remaja berusia 16 tahun ke atas yang membaca melalui e-book meningkat dari 16 persen pada 2011 menjadi 23 persen tahun 2013 ini. Sementara itu, pembaca buku menurun dari 72 menjadi 67 persen. Secara keseluruhan, minat baca terhadap buku bacaan turun dari 78 menjadi 75 persen. Mereka yang memiliki perangkat e-book atau tablet melonjak dari 18 menjadi 33 persen.

Diduga peningkatan yang cukup signifikan ini berasal dari musim liburan tahun lalu, ketika jutaan orang menerima
hadiah berupa “Nook Kindle” atau e-book lainnya.
Sebaliknya, kesadaran perpustakaan menawarkan teks digital tumbuh dari 24 menjadi 31 persen. Survei ini dilakukan via telepon kepada 2.252 orang berusia 16 ke atas, mulai 15 Oktober hingga 10 November 2012.

Jadi wajar saja jika mahasiswa kini banyak yang memakai e-book saat di kampus ketimbang membawa buku bacaan.
Dalam tasnya pun jarang terlihat ada buku atau binder, melainkan terpampang laptop atau tablet.

Otomatis budaya membaca buku pun kini mulai terkikis dan jarang terlihat. Selamat tinggal buku, selamat datang e-book…

Editor : Harry Nararya

sumber : http://waspada.co.id

08 Januari 2013


ASOSIASI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH INDONESIA (ATPUSI)
KAB.BANJARNEGARA



 Alhamdulillah, dengan rahmat Alloh SWT pada tanggal 05 Januari 2013 telah dilantik pengurus ATPUSI Kabupaten Banjarnegara periode 2012-2016.

Acara pelantikan disertai seminar dengan tema "Optimalisasi Fungsi Peran Pustakawan, Perpustakaan dan Kepustakawanan Sekolah di Era Globalisasi" serta pelatihan aplikasi Senayan / SLiMS

Pengurus ATPUSI Kab. Banjarnegara periode 2012-2016 dilantik oleh Ketua ATPUSI Provinsi Jawa Tengah Bp. Hariyanto, S.pd.
Seminar di isi oleh Ketua Umum ATPUSI pusat Bp.Muhamad Ihsanudin, M.Hum. dihadiri oleh pustakawan dari Sekolah/ Madrasah yang tersebar mulai tingkat sekolah dasar sampai menengah atas se Kab. Banjarnegara,  acara juga dihadiri kepala sekolah masing-masing sekolah dasar.
Undangan dihadiri dari pihak  Pemda, Bp Wakil Bupati Kab. Banjarnegara, Kantor KPAD Kab. Banjarnegara, Jajaran Dindikpora Kab. Banjarnegara, dan Jajaran Kantor Kemenag Kab. Banjarnegara.

Selamat dan Sukses.